Mahkamah Agung memerintahkan Kazuo Okada dikembalikan sebagai CEO Tiger Resorts


Mahkamah Agung di Filipina telah mengeluarkan perintah “status quo ante” yang akan mengembalikan maestro Jepang Kazuo Okada ke posisinya sebagai ketua dan CEO Tiger Resort Leisure and Entertainment (TRLEI), operator Okada Manila.

Okada telah lama berada dalam pergumulan hukum dengan TRLE, yang menggulingkannya dan chief operating officer Takahiro Usui dari dewan pada Juni 2017. Perusahaan kemudian menuduh Okada menyalahgunakan dana TRLEI.

Dia juga digulingkan dari dewan perusahaan induk, Universal Entertainment Jepang, yang membawa tiga kasus dugaan penipuan terhadap eksekutif.

Setelah serangkaian kemunduran hukum, Okada meraih kemenangan besar di Filipina pada Januari tahun ini, ketika Pengadilan Banding membatalkan tuduhan penggelapan dan surat perintah penangkapan dua pria yang dikeluarkan oleh pengadilan regional di Paranaque City pada 2019 .

Menurut putusan pengadilan terbaru, yang dikeluarkan pada 27 April dan diperoleh oleh AGB, Okada mengajukan “mosi omnibus yang sangat mendesak,” pada 6 April.

Mosi tersebut berdoa agar “perintah status quo ante dan/atau perintah wajib sementara ex parte dikeluarkan untuk mengembalikan pemohon ke statusnya sebelum kontroversi yang sedang berlangsung, sebagai satu-satunya perwakilan Tiger Resort Asia Limited (TRAL) di Tiger Resort Leisure and Entertainment , Inc. (TRLEI) dan sebagai Direktur, Ketua, dan CEO TRLEI.”

Mosi itu dikabulkan oleh pengadilan, yang meminta responden untuk mengajukan “komentar atas petisi, bukan mosi untuk memberhentikan dengan sepuluh hari.”

Tidak jelas apa implikasi langsungnya bagi TRLEI atau rencana mergernya dengan kendaraan akuisisi khusus AS Capital 26. AGB telah menghubungi keduanya untuk memberikan komentar, tetapi belum menerima tanggapan hingga saat publikasi.

Di tempat lain, upaya perbaikan Okada terbukti tidak berhasil. Pada bulan September tahun lalu, Mahkamah Agung di Tokyo menolak banding Okada terhadap Universal Group. Sementara pada Februari tahun ini, pengadilan banding AS telah memutuskan Okada dalam kasus pengadilan terpisah yang melibatkan Wynn Resorts. Dia diperintahkan untuk membayar $50 juta biaya hukum dan bunga kepada firma hukum Bartlit Beck.

Okada, mantan pemegang saham terbesar Wynn Resorts, digulingkan dari dewan Wynn Macau pada 2012 setelah diduga melakukan pembayaran yang tidak pantas kepada regulator.

Info menarik Pengeluaran SGP 2020 – 2021. terbesar yang lain bisa diperhatikan dengan terstruktur melewati berita yg kami umumkan pada website itu, dan juga siap dichat terhadap layanan LiveChat pendukung kami yg menjaga 24 jam Online dapat melayani semua maksud antara player. Mari cepetan gabung, serta menangkan prize Buntut & Kasino On the internet tergede yang ada di web kami.